Apache13: Totalitas Sebuah Karya

Lagunya Anak Muda

Leumoh Aneuk Muda, Kalheuh Kuliah, Lumpoe adalah sebagian dari rentetan lagu yang dirilis dalam album “Bek Panik”. Saya berani bertaruh, anak muda yang yang mengalir darah daging Aceh di nadinya pasti sangat terkesan dengan lagu-lagu yang diciptakan oleh Apache13 ini.

Saya sendiri sebagai seorang Mahasiswa tingkat akhir merasa baper setiap mendengar lagu mereka. Betapa tidak, lirik yang dilantunkan seorang Nazar Shah Alam atau dikenal akrab dengan sapaan Pengkoisme sangat mengena di hati. Jika Anda belum mengerti maksud Saya, silakan hayati lagu “Leumoh Aneuk Muda”.

Ya, benar saja. Lagu ini mengisahkan balada seorang mahasiswa tua yang digandrungi dengan masalah perkuliahannya. Proses yang harus dilalui begitu rumit. Dengan tagihan dari kedua orangtua, dosen yang terus bertanya, belum lagi permasalahan dengan calon ibu mertua. Haha Saya yakin

Ah rasanya begitu terpukul setiap kali Saya memahami makna dari lagu ini. Sontak Saya merasa begitu tertampar, lagu ini seolah menjadi alarm di dunia perkuliahan bagi Mahasiswa tingkat akhir. Bukan hanya sebagai penghilang rasa suntuk semata, Leumoh Aneuk Muda telah menjadi lagu motivasi buat mahasiswa untuk menyelesaikan studi demi meraih gelar sarjana.

Tidak hanya sampai disitu, tema percintaan pun dikemas dengan cara berbeda oleh Apache13. Tidak terkesan lebay dan  kaku. Perhatikan lagu Meulati, maknanya begitu dalam. Tak ayal jika dipahami dengan seksama, mata kita akan berbinar dibuatnya.

Tak bisa dipungkiri, Apache13 berhasil menghipnotis anak muda untuk menyanyikan lagunya secara tidak sengaja. Musik yang diusung begitu harmoni dan bisa diterima oleh kalangan apapun. Maka tak heran, setiap warung kopi yang telah saya singgahi di Banda Aceh, semua memiliki list lagu Apache13.

Anti Plagiat

Barangkali penikmat musik di belantara seuramoe mekah tidak ambil pusing dengan hal plagiarisme. Masyarakat kita cenderung menikmati irama yang begitu syahdu, tanpa mempermasalahkan darimana hentakan dendang tersebut berasal.

apache13 aceh

instagram.com/apache13aceh

Uniknya, Apache13 bukanlah Musisi yang terkenal dengan lagu orang lain. Mereka bukanlah penyanyi yang mengubah lirik lagu Bollywood. Mereka tampil beda dengan artis Aceh India yang sempat tenar belakangan ini.

Saya yang masih memiliki secuil ilmu sangat menyayangkan apabila plagiarisme menguasai nanggroe Aceh. Bagaimana tidak, dalam dunia akademik perkara semacam ini dianggap kiamat kubra. Bisa saja seorang profesor sekalipun akan dicabut gelarnya bila kedapatan menjiplak hak cipta orang lain.

Begitu juga dalam dunia entertainment, dalam hal bermusik, Aceh akan mengalami kemunduran apabila sang maestro seperti Rafly Kande, Bob Rizal, dan khususnya Apache13 tidak lahir di bumi seuramoe meukah ini.

Hari ini saya sebagai pecandu musik sangat merasa bangga dengan grup band Apache13, mereka mengembalikan citra musik Aceh yang sempat tercoret oleh plagiarisme. Saya juga merasa bangga telah menjadi bagian dari Apache13, orang-orang mengenal kami dengan nama Apachian.

Tags:

Related Posts

Add Comment