Dramaturgi Irwandi Vs Mualem

Bertemunya 2 rival yang menjadi perbincangan publik Aceh. Sebuah kejadian langka yang kita jumpai di bumi serambi mekkah Aceh. Mantan kombatan GAM Irwandi dan Mualem duduk semeja  berdampingan. Disaat itu juga  sebuah  drama terjadi pertemuan mereka sangat akrab penuh kehangatan serta menampilkan kesejukan dimuka publik disaat yang sama   situasi  politik dan hubungan emosional  lagi panas dingin menanti hasil keputusan KIP.

Berbagai kalangan sangat mengapresiasi pertemuan mereka. Seperti Rektor Unsyiah, Rektor UIN, Rektor Unsam, Rektor UTU, dan masih banyak lagi  sangat mengapresiasi dan sikap ketokohan yang sangat baik dan patut di contoh. Hal ini sangat jarang di lakukan oleh tokoh-tokoh Aceh lainnya di saat Pilkada. Pertemuan ini bisa menjadi contoh teladan dan semoga bisa diikuti oleh politikus lainnya.

Terlepas dari pertemuan  itu, pastinya ada janji-janji politik yang mereka sepakati. Sebab mereka memiliki basis kekuatan yang sangat kuat sampai akar rumput yang sangat mampu mempengaruhi haluan kebijakan Aceh ke depan. Seandainya kolaborasi ini terjalin maka akan menjadi sinyal positif untuk pembangunan Aceh kedepan.

Jika Irwandi menang dalam pemilihan gubernur ini maka janji atau program Irwandi sangat berjalan mulus karena di parlemen di kuasai oleh partai Aceh (PA) yang mengusung Mualem dan menjadi pilgub apalagi mualem ketum partai Aceh saat ini.

Dan bila Mualem menang sangat berjalan mulus dalam merealisasikan janji atau program dari Mualem tersebut sebab kita ketahui Mualem berasal dari partai Aceh yang saat ini menguasai parlemen di Aceh. Tentunya situasi yang sangat baik dan bagus untuk pembanguan dan kesejahteraan rakyat Aceh.

Jika kondisi dan situasi Politik Aceh seperti ini adanya harmonisasi antar eksekutif dan legislatif  akan berdampak positif bagi masyarakat Aceh itu sendiri. Diharapkan Aceh akan bangkit dari keterpurukan yang mendera baik dari segi ekonomi, lapangan kerja dan lain-lain.

Sebenarnya kita harus berterima kasih kepada orang yang mampu mengajak beliau berdua bertemu. Sampai saat ini masih menjadi misteri siapakah orang yang menjembatani pertemuan Irwandi vs mualem sehingga  situasi politik di Aceh relatif aman seperti yang diharapkan ketimbang kondisi politik 2012 silam.

Saat ini Komisi Independen Pemilihan (KIP)  telah menetapkan pasangan Irwandi dan Nova menjadi gubernur dan wakil gubernur Aceh terpilih pada tahun 2017. Semua harapan ada di pundak beliau berdua selama 5 tahun kedepan. Harapannya  Aceh harus tetap aman damai seperti kedua tokoh ini menampilkan kesejukan dan kehangatan.

 

Related Posts

Add Comment