Nagan Raya: Dulu Kuning dan Kini Merah

Nagan Raya sebuah wilayah pemekaran dari Aceh Barat sejak tahun 2002 yang kini menjadi kabupaten mandiri dengan pembangunan terus berkelanjutan. Kurang lebih hampir 15 tahun Golkar mendapat mandat rakyat. Pilkada tahun ini menjadi babak baru lahirnya tokoh-tokoh yang memiliki agenda besar untuk perubahan Nagan Raya.

Dimana pada saat ini keluarga Raja Nagan Raya berkuasa yang membuat banyak kalangan atau elemen masyarakat resah karena pemerintahan dinasti yang lagi di bangun di Nagan Raya. Di saat yang sama Keluarga atau adik dari bupati sendiri mencalonkan untuk maju menjadi calon bupati 2017-2022. Menambah rentetan dinasti politik di Nagan Raya. Membuat kelompok atau golongan anti dinasti membentuk perlawanan dalam pilbup nagan raya tahun 2017.

Pilkada tahun 2017 di nagan raya di ikuti oleh 5 pasang calon dengan latar belakang yang berbeda pula. 2 pasang calon di dukung oleh berbagai partai dan 3 lagi melalui jalur perseorangan. Menurut analisa Saya dari ke 5 pasang calon ini, 2 pasang menjadi pesaing kuat untuk memenangkan pilbub yakini Teuku Raja Keumangan – Said Junaidi (TRK-Saja) dan Jamin idham –Chalidin (jadin). Mengapa demikian? TRK-Saja adik dari bupati dan partai golkar yang berkuasa di parlemen saat ini secara basis sangat kuat PNS dan aparat desa.

Sedangkan Jadin yang merupakan wakil bupati non aktif dari Demokrat berkolaborasi dengan partai Aceh sehingga basis sangat kuat juga yakni non PNS dan pengusaha. Hal ini menjadi rival tangguh untuk bersaing untuk mendapatkan suara terbanyak dari rakyat. Dalam perjalanan dimasa-masa kampanye terjadinya dinamika politik di kalangan masyarakat. Semua tim sukses mengatur strategi-strategi jitu. Terkadang membuat hubungan menjadi panas-dingin dari kedua kubu yang banyak melibatkan masyarakat bahkan keluarga.

Masyarakat menginginkan perubahan

Terlepas dari itu semua, terjadinya perubahan sikap secara alamiah jauh lebih baik dari pilkada sebelumnya. Masyarakat mulai cerdas dan lebih kritis bersikap. Money politik dan intimidasi yang sudah menjadi rahasia umum tidak bisa lagi menjadi takaran bahwa masyarakat akan memilih calon tersebut. Ini menjadi fenomena di Nagan Raya. Masyarakat sudah mulai cerdas dalam menentukan pilihan. Masyarakat ingin sesuatu yang baru, harapan baru yang dibawa oleh pasangan Jadin dalam kampanye politik nya.

Hal ini mampu membius hati masyarakat ingin sebuah perubahan atau bahasa anak muda sekarang MOVE ON dari pemerintahan sekarang yang di kuasai oleh keluarga Raja Nagan Raya. Sehingga masyarakat tergugah untuk mencari pemimpin yang baru yang tidak berasal dari kalangan mereka. Apalagi masyarakat mengalami ketidakmerataan pembangunan khususnya bagi daerah yang dulu tidak memenangkan bupati sekarang.

Sehingga masyarakat memindahkan ke calon yang membawa angin perubahan. Selain itu banyak program-program yang tidak menyentuh masyarakat kecil yang bisa membuat mereka simpati. Meskipun pembangunan di bidang lain luar biasa. Silahkan saja ke Nagan Raya, hehehe.

Kini langit Nagan MEMERAH TIDAK LAGI MENGUNING. Masyarakat sudah menentukan pilihan kepada jamin idham dan chalidin untuk memimpin Nagan Raya 5 tahun ke depan. Di saat ini juga TRK- Saja menggunakan hak konstitusinya melakukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) atas ketidakadilan yang dialaminya.

Related Posts

Add Comment