Dilema Aceh sebagai Daerah Darurat Narkoba

Pengguna Semakin Meningkat

Terhitung sampai dengan bulan September 2016, tercatat ada 1.195 kasus penyalahgunaan narkoba dengan total tersangka 1.440 orang. Dari data pihak kepolisian daerah Aceh, tercatat barang bukti yang diperoleh berupa ganja kering sebanyak 13,2 ton, sabu sebanyak 71,2 kg, dan pil ekstasi sebanyak 83 butir. Yang paling menghebohkan, ladang ganja yang dimusnahkan sebanyak 426,5 hektare.

Bila dibandingkan dengan 2 tahun sebelumnya, kasus penggunaan barang haram ini terus meningkat. Tercatat pada 2014 ada 942 perkara dengan jumlah tersangka 1.305 orang. Sedangkan tahun 2015 ada 1.170 perkara dengan jumlah tersangkanya 1.685 orang. Jika dilihat dari data yang di peroleh ini menjadi sinyal buruk jika tidak di hentikan secara total maka akan menjadi bom waktu untuk generasi aceh. Ini bukan perkara ringan semua elemen masyarakat harus terlibat untuk menghentikan peredaran narkoba yang sudah menggerogoti masyarakat. tidak hanya kepolisian atau Badan Narkotika Nasional (BNN).

pengedar-narkoba-aceh

Data penyalahgunaan narkoba di Aceh

Sangat ironi Aceh bukan saja sebagai pemakai barang haram itu melainkan juga sebagai agen atau pengedar. Sangat disayangkan pula keterlibatan kaum perempuan yang berperan sebagai kurir narkoba pasar yang menjadi sasaran adalah provinsi tetangga, Sumatera Utara. Selain itu pengedar dari Aceh ini juga memiliki jaringan internasional antar negara yang di pasok ke Malaysia, Myanmar dan lain lain.

Meskipun pengedar Narkoba ini sudah dibekuk dan ditahan oleh pihak kepolisian, tetapi tidak mengurangi rasa untuk terus mengedarkan barang haram tersebut. Sungguh ini menjadi pekerjaan yang harus menjadi prioritas Pemerintah Aceh jika generasi Aceh ke depan ingin menjadi generasi yang unggul bukan generasi yang pesakitan.

Narkoba Harus Diperangi!

Keterlibatan ini harus meliputi level pemerintahan dimulai dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten hingga provinsi tidak boleh dilupakan peran orang tua sangat penting untuk generasi Aceh. Sosialisasi tentang bahaya Narkoba dan Pendidikan yang berbasis keagamaan harus di tingkatkan.

Sebagai rakyat Aceh seharusnya malu dengan kondisi seperti ini, sebagaimana bumi Serambi Mekkah dikenal dengan syariah tetapi ternodai dengan kasus narkoba kejahatan yang luar biasa ini yang selama bertahun-tahun menjadi citra buruk untuk Aceh. Sudah saatnya kita mencari akar permasalahan ini, kenapa para pengedar ini nekat dalam melakukan transaksi narkoba meskipun mereka dihadapkan dengan hukuman yang sangat berat diberikan Negara yakni hukuman mati.

Tags: ,

Related Posts

Add Comment