Hutan: Pahlawan yang Terabaikan

Berhubung masih dalam keadaan memperingati hari kemerdekaan, sesekali kita membicarakan para pemeran dalam meraih kemerdekaan, pahlawan. 

Bayangkan jika pahlawan tidak gigih dan acuh tak acuh dalam memperjuangkan bangsa ini, barangkali 1945 bukan tahun kemerdekaan republik indonesia. Bisa menyusut beberapa tahun setelahnya. Bahkan mungkin kita tidak bisa mengecap rasanya kemerdekaan sampai hari ini.

Lalu apa arti pahlawan yang sesungguhnya? KBBI mengutarakan makna dari pahlawan adalah “orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran; pejuang yang gagah berani” Wikipedia menjelaskan “Pahlawan (phala-wan yang berarti orang yang dari dirinya menghasilkan buah (phala) yang berkualitas bagi bangsa, negara, dan agama)”.

Beranjak dari definisi diatas, siapa yang pantas kita sebut sebagai pahlawan? Apa hanya para pejuang yang telah membebaskan rakyat dari belenggu penjajahan? 
Ya, titel pahlawan sangat pantas disandang oleh mereka. Bahkan di setiap upacara bendera kita diwajibkan untuk mengenang jasa mereka. Hening cipta dengan menundukkan kepala menandakan mereka sosok yang patut diingat dan dikenang sepanjang masa.

Memaknai Arti Pahlawan

Dalam makna lebih luas, menurut anda sendiri apa makna pahlawan yang sebenarnya? Kita juga sering mendengar istilah, “guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa”. 

Ini mengisyaratkan bahwa orang yang menyumbangkan tenaga, akal, dan pikiran terhadap bangsa ini disebut pahlawan. Mereka yang membanggakan bangsa dengan raihan prestasi juga tergolong ke dalam pahlawan.

Kemarin 17 Agustus 2017, timnas Indonesia bertanding melawan Filipina di ajang SEA GAMES. Mereka berhasil mengalahkan Filipina dengan skor 3-0. Para atlit yang berjuang mengharumkan nama Indonesia juga pantas kita sebut pahlawan. Bukan malah mencaci-caci mereka ketika gawang Indonesia kebobolan.

arti pahlawan

indonesia vs filipina (bola.kompas.com)

Pahlawan yang Terlupakan

Wah saya rasa titel pahlawan bisa dimiliki oleh siapa saja. Seorang ayah yang menafkahi keluarganya dengan sepenuh hati. Seorang ibu yang setia merawat anaknya dalam keadaan apapun. Seorang guru yang mengajari muridnya tanpa pamrih. Seorang penuntut yang ingin mengharumkan nama bangsanya. 

Tak ada batasan untuk seseorang dalam meraih gelar pahlawan. Jika tidak bisa menjadi pahlawan bagi masyarakat yang luas, maka jadilah pahlawan bagi orang-orang di sekitar anda.

Dua hari yang lalu, saya membicarakan tentang pembelajaran dari kelapa sawit. Memang bila berdiskusi tentang alam, rasanya selalu berkaitan dengan pepohonan. Tentunya hutan juga termasuk didalamnya. Hutan yang jarang sekali atau bahkan tidak pernah mendapat kunjungan dari manusia. Hutan yang telah menjadi paru-paru dunia kini begitu terabaikan. 

Pohon salah satu hasil kekayaannya ditumbangkan secara bebas tanpa ada penimbangan sama sekali. Maka jangan heran bila anda merasakan suhu yang kian menyengat tubuh anda akhir-akhir ini. Hutan yang seharusnya dirawat, tapi kini telah dibabat. 

Tanpa kita sadari, hutan telah menjadi faktor kenyamanan bagi kehidupan manusia. Bahkan bisa dikatakan hutan juga ambil andil dalam kesejahteraan manusia. Ia memberikan hasil kekayaan yang melimpah ruah. Hasil alam yang didapat manusia untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari. 

Kursi yang sedang anda duduki saat ini, bahan bakunya dari hutan. Pintu untuk melindungi harta anda dari maling, juga didapat dari hutan. Belum lagi alat perabot rumah tangga lainnya yang anda gunakan setiap hari. Maka rasanya sangat pantas bila menyandang gelar pahlawan, “pahlawan yang terlupakan”.

sumber:

https://kbbi.web.id/pahlawan
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Pahlawan

Related Posts

Add Comment