Teka-Teki AHY, Kemanakah Ia Berlabuh?

Menghitung Peluang Arah Dukungan AHY

Putaran ke-2 pilkada DKI Jakarta sudah dimulai, manuver politik kembali memanas untuk mendapat dukungan dari warga nya. Di era global ini peran manuver politik di media sosial tak kalah panasnya dan terkadang cenderung melakukan black campaign untuk  menjatuhkan lawan politiknya.

Disisi lain AHY-Silvy calon yang sudah tidak masuk ke putaran ke-2 menjadi “gadis desa” atau rebutan, pasangan ini mendapat suara sekitar 17 persen jika di kalkulasikan. Ini dapat membantu kemenangan untuk paslon yang lolos ke putaran ke-2. Sampai detik ini AHY-Silvy belum mendabatkan dukungan ke paslon kemanapun.

Pasangan yang lolos ke putaran ke-2 petahana Ahok-Djarot dan Anies-Sandiaga terus melakukan kampanye dengan gaya seperti biasa turun ke lapangan mendengar dan menyerap aspirasi warga Jakarta. Mereka meyakini gaya blusukan yang di tenarkan oleh jokowi menjadi senjata andalan utama.

Sacara kalkulasi politik AHY-Silvy dan pendukungnya kemungkinan  akan berlabuh ke Anies-sandiaga. Secara program dan hubungan emosional mereka memilik kesamaan terlepas isu agama yang menimpa Ahok yang statusnya menjadi terdakwa. Sehingga sangat membantu mendongkrak perolehan suara Anies-Sandiaga bila mendapat dukungan dari AHY-Silvy sekitar 17 persen.

Partai Pendukung Belum Sepakat

Partai pendukung AHY-Silvy Demokrat, PKB, PAN, dan PPP belum menentukan pilihan juga kemana arah dukungan. Ke-4 partai ini terkesan jual mahal agar deal-deal politik lebih menguntungkan ke partainya. Sebuah strategi politik yang di jual  di ibukota Jakarta. Meskipun disisi lain ke-4 partai ini menyerahkan ke AHY sebab dia sebagai aktor yang berperan sehingga memiliki keistimewaan untuk mengarahkan atau mengintruksikan  arah dukungan.

Arah politik susah di tebak bisa saja partai pendukung AHY-Silvy mendukung incumbent Ahok-Djarot dengan dalih menyamakan dukungan seperti pemerintah jokowi. Karena partai pendukung AHY-Silvy sekarang mendukung pemerintah. Secara politik hal ini bisa saja terjadi. Partai utama pendukung pemerintah  yaitu PDIP sekarang berkuasa, apalagi Ahok-Djarot di dukung oleh partai ini sehingga memiliki kuasa untuk mempengaruhi stakeholder.

Sebuah gagasan dan program berkhidmat untuk kemajuan Jakarta. Kemana arah dukungan Agus-Silvy semua hitungan politik. Semua di serahkan ke warga Jakarta untuk memilih pemimpin yang di inginkan. Satu hal yang penting ke 2 paslon ini menjaga suara yang di peroleh di putaran 1 dan merebut hati warga yang dulu tidak memilihnya.

Related Posts

Add Comment